Rabu, 13 Mei 2009

Katalog Sophie Martin

Ada beberapa teman (terutama di lingkungan sekolah TK) yang menjadi anggota jaringan penjualan langsung produk - produk dari Sophie Martin Paris. Sebenarnya tidak ada yang aneh dalam hal ini, segala sesuatunya berjalan dengan normal sampai ada salah satu teman yang menurut saya (maaf) agak sedikit ajaib.
Teman ini latar belakang pendidikan agamanya sangat ketat dan secara konsisten beliau mengaplikasikannya dalam segala aspek kehidupan, sehingga terkadang terjadi benturan - benturan budaya yang terkesan "lucu".
Suatu hari teman ini mengedarkan katalog Sophie-nya di kalangan ibu - ibu TK, segera saja banyak sambutan yang diterimanya. Tapi ... saat kami sampai pada chapter pakaian dalam ... kami semua merasa ada yang aneh dengan katalog ini, hampir semua foto yang menunjukkan pakaian dalam sang model ditutup dengan kertas lain atau digambari dengan spidol warna warni.... alamak ...
Ketika kami tanya, alasan ia melakukan hal itu karena sebagai wanita ia merasa malu bila bagian tubuhnya dilihat oleh orang lain sehingga iapun merasa model - model yang ada di katalog tersebut juga harus merasa malu! Tapi yang menjadi pertanyaan, bila semua model itu ditutupi, bagaimana kami bisa melihat contoh model pakaian dalam yang ingin kami pesan? ...

I feel pity on them!

Hari gini yang namanya cari kerja memang sulit. Dengan persaingan yang begitu ketat, terkadang seseorang tanpa berfikir dua kali langsung mengirimkan aplikasi tanpa perduli wether their qualification meet the requirement or not.
Selama dua hari ini saya disibukkan oleh kegiatan interviewing people untuk mengisi posisi di institusi tempat saya bekerja. Beberapa di antaranya ada yang memenuhi kualifikasi, tapi lebih banyak lagi yang hanya coba-coba (seperti lagunya Ardina Rasti .... ).
Saya hanya menyayangkan mereka yang masuk kategori coba - coba ini, ada yang datang dari lokasi yang cukup jauh, ada pula yang datang dalam keadaan dingin dan lapar karena kehujanan, dan ada pula yang terlalu pd, dengan expected salary yang cukup tinggi, tapi tidak cukup qualified ....
Namun ... the most important thing yang seharusnya mereka ingat adalah ....kenali dulu jenis pekerjaan yang akan diapply, tentukan dulu job describtionnya, cari tahu rata - rata salary yang ditawarkan ... baru kemudian maju jalan! kalau terus asal tabrak seperti ini, mereka hanya akan mempermalukan diri sendiri pada saat mengikuti fit and proper test-nya. So .... any suggestion, please?